Wednesday, 7 September 2016

In My Honest Opinion: Kuliah, Kerja dan Kata Orang

Hello Pretty Dolls
Kali ini aku gak bahas kecantikan. 
Kali ini aku pengen berbagi pengalaman dan pendapat pribadi saja.
Dan yes, temanya adalah Kuliah, Kerja dan Kata Orang.
Apa hubungan ketiga hal ini?
Well, they are like cousins, so close yet so far.



Aku lulusan Universitas Negeri Surabaya, Fakultas Bahasa dan Seni, Jurusan Bahasa Asing, Prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Angkatan 2009. 


 Baru lulus 2015.

Kuliah 6 tahun, berasa SD lagi but better. 
Karena jaman SD ku adalah masa kelam yang pengen ku kubur tapi gak bisa. 

Kuliah 6 tahun dapat apa aja?
Wah keren Bahasa Jepang!
Apa bahasa Jepangnya bokek?
Kamu udah pernah ke Jepang?

This kind of questions haunt me all the time. All times.
Sayangnya, aku gak terlalu pintar, kuliah 6 tahun karena emang aku harus mengulang beberapa pelajaran,

Kuliah Bahasa Jepang keren, keliatannya, 
1. You need to be clever
2. Kamu harus pintar
3. Kamu harus sabar
4. Kamu tidak boleh mudah menyerah.

Keempat point diatas sejujurnya berlaku untuk semua jurusan perkuliahan.
Ga ada kuliah yang yang gampang. 
Kecuali kamu nyogok orang dalem, godain dosen, atau nyari scan surat dokter buat nambel absen yang gak bisa di TA (titip absen pake ttd palsu ect).

When there is a will there is a way.
But I'm not playing dirty because I'm dirty myself, I need to tone it down

Selama kuliah tentunya gak berjalan mulus gitu aja.
Tapi, aku mengisi waktuku dengan bikin usaha katering kecil kecilan.
Aku bangun pagi pagi sekitar jam 5.
Belanja ke tukang sayur, masak, pack makanan ke kotak makan yang aku siapin. 
Dan aku bawa ke kampus untuk teman-teman sekelasku.
Waktu itu harganya cuma Rp. 3000, Murah beuds

Aku lupa semester berapa mulai usaha itu. Semua ini sebenernya terjadi setelah jalan jalan ke Supermall Pakuwon Indah, aka halaman belakang kosan aku.
Waktu itu aku jalan jalan sama Cece (Nama aslinya Dewi Safitri) Sasi dan beberapa temen lainnya yang aku lupa siapa aja. Maafkan aku pelupa.
Mereka lah yang kasi saran aku untuk memulai usaha ini.
So, I did!

Pelanggan pertamaku namanya Gigih dan dia muji masakanku. "Masakanmu kaya masakan ibuku!"
He text me that. And I proud. Of course!
Pelangganku bertambah, jadi 4 orang. Dan aku stop sampe di 4 orang, gak bisa nambah kuota
Ada banyak kendala seperti, waktu, magic com di kosan kecil, dan aku gak kuat bawa lebih dari 4 kotak.
Motorku bebek, bukan matic yang bisa ditaro tengah. Resiko tas tempat kotak bekal bakalan jebol.
Kotak bekal waktu itu kusediakan, tapi aku juga minta temenku yang punya kotak untuk bawa.
Kalo bisa sih kasi aku dua kotak, biar bisa dipake gantian.

Psst, aku jg yg cuciin. 
Kecuali mereka sungkan, 
Ada beberapa pelangganku yang sistemnya tiap hari kasi kotak baru dan yg kotor mereka bawa pulang
Begitu seterusnya. Sendok jg aku yg sediain, tapi aku jg minta mereka untuk bawa sih
Cuma ya gitu namanya pelanggan, ada aja yg bandel kan. 
Ada jg yang bawa kotak bekal yang aku beli sampe sekarang gak balik. 
well...
Resiko

Kemudian teman-temanku satu per satu lulus, mereka juga pelangganku
Akhirnya aku sempet kerja sambilan di sebuah rumah designer ternama Surabaya, Stevanie Valencia.
Aku ambil part time di waktu senggang, kalo gak lagi bimbingan skripsi atau kalo lagi gak ada kelas.
Kerjaannya sepele, bantu motong brukat atau bantu masang payet/brukat.
Aku dibayar 40 ribu per hari dan free lunch.
 Apakah aku malu dengan kerjaan ini? No!
I love having some experience.
Dan salah satu mimpiku waktu kecil adalah jadi designer. Karena aku suka bgt gambar 
So I love that job. Ce Stevanie juga orangnya baik bangeeeeet. She one is the kindest human being I ever met.

Sayangnya aku ga bisa ambil freelance itu lagi karena skripsi makin intens dan aku harus penelitian di sekolah.
Gak lama, Ce Stevanie ngehubungin aku kalo dia butuh katering untuk dia dan karyawannya. 
Dia tau bisnis kecilku ini, makanya aku dihibungi.
So, aku terima lah kerjaan itu, sayangnya gak lama juga bertahan karena terhalang skripsi. LAGI

Hingga sekarang bisnis katering ini masih jalan. Cuma aku fokus ke temen temen kos aja, karena lebih mudah managenya.  
Selain itu aku juga buka rias wisuda kecil kecilan.
kenapa aku bilang kecil kecilan mulu dari tadi?
Karena semua dari modal kecil dan kemauan.
Bukan modal melimpah, peralatan lengkap, dan fasilitas memadai.
Itu juga lanjut sampai sekarang. Dan bikin aku pengen banget jadi MUA.
Tapi sekolahnya mahal gila.
.
Kemudian, akhirnya aku lulus kuliah. yay!
Aku lulus dengan IPK super ngepas. 2,75.
Malu? sedikit. Menyesal? No. 
Menyesal gak akan merubah apapun. Itu menurut aku.
Mau nyesel sampe gulung gulug di lumpur, mandi di bawah shower sambil nangis trus bergumam "Aku kotoooor" gak bakal bikin IPK berubah jadi cum laude.

Setelah kuliah apa yang mau dilakukan? 
Cari kerja lah.
 

Ato mungkin kaya yang lagi ngetren, nikah muda biar halal. 
Seperti istilah tutup buku, buka terop
Silakan. But in my case, aku harus cari kerja.
Jujur aja, aku menemukan passion sedikit telat. BUT HEY! Tidak ada kata terlambat!
So, mulailah aku mencari cari kerja kesana kemari. Dengan IPK segitu emang agak sulit.
Aku sadar betul. Beberapa interview aku jalani. Macem macem orangnya. 90% sih ngeselin.

Hingga suatu hari, aku dipanggil wawancara di IL*, Salah satu tempat kursus multi bahasa yang dulu berlokasi di Supermall Pakuwon Indah syalala.
Ketrima jadi apa kak?
Marketing.
I don't know what kind of job it was. I need a job and I apply.
Well, aku bukan gatau sama sekali sih. tau lah garis besarnya pemasaran. But, aku ga punya pengalaman.
So, hari hari trainingku dimulai langsung keesokan harinya.
Dan jujur saja, aku mental breakdown. Setelah interview entah kenapa aku merasa gak sreg. sampe rasanya pengen lari.

And I'm right, perusahaan itu lai banyak masalah. Karena tim marketing sebelumnya kabur setelah "nipu" banyak pelanggan. Gak hanya itu, database member yang ada di komputer utaa juga dihapus. It was chaos. Like hell.

Dan apa tugas ku sebagai marketing?
Tebar brosus dan mancing orang buat kursus. yep.
Jam kerja dari jam 10 pagi sampe 10 malam. Dan kita harus berdiri bagi brosur.
Ditolak? jangan ditanya. Sering. 
Jujur aja, hari pertama pulang kerja aku nangis sekenceng-kencengnya. 
Aku malu. Aku kuliah tinggi tinggi tapi kerjanya cuma bagi brosur.
Everyone have pride, right.

Tapi gak hanya itu, masalah di perusahaan makin lama makin runyam. Isu bangkrut mencuat disana sini.
Dan sedikit demi sedikit aku belajar, kalo kita, para marketing, diajari untuk "berbohong" for good.
AAAAAND, I hate it.
Hari ketiga kerja, untuk pertama kalinya aku mengalami kejadian yang WOW bgt. Apakah itu?

Waktu itu tiba tba ada orang nerima brosur aku. 
Fyi, di brosurku ada nomor hape dan nama ku.
 Dia nanya nanya sih seperti biasa. Tapi kayanya ga ada interest untuk kursus. He take the brochure anyway dan bilang klo tetangganya ada yang butuh kursus.
Kemudian dia pergi,
Gak ada kecurigaan apapun.

Hingga sekitar 30 menit kemudian ada nomor asing telepon ke handphone ku.
Excited donk, aku pikir itu pelanggan pertamaku.

"Halo, mbak"
"Iya, ini siapa?"
"Ini yang tadi, mbak"
"Oke, jadi mas mau daftar?"
"Uhm, tetanggaku butuh sih, ini kursus ya?"
*eye rolls* "iya, kursus 7 bahasa mas"
"mbaknya ini pengajarnya?"
"bukan mas saya bagian marketing"
"Mbaknya nanti mau pulang bareng?"


Reflek, aku matiin panggilan tersebut. Tapi tu orang masih telpon sampai beberapa kali cuma gak aku angkat. It's te creepiest experience ever, 
well, not really, karena kau juga pernah ketemu exibisionist duduk disampingku di bus.
Jujur aja, aku takut lah. Bayangin gimana kalo dia nunggu di parkiran?? ato nyegat aku di pintu keluar. Kita baru pulang jam 10 malem. Dan kalo kalian familiar dengan wilayan UNESA/ Citraland. Jalanan itu gelap, banyak pohon, minim penerangan.
Pulang aku ngebut sekencengnya.

Besoknya aku ngobrol sama mas Toni, mas Toni ini juga alumni Unesa. Dia juga kakak kelasku dulu. Tapi ga kenal sih, baru kenal pas kerja.
Kami makan siang bareng dan diskusi tentang kelanjutan kerja kami sampai akhirnya kami berdua memutuskan resign.
My manager and supervisor is so cool about it. They were okay and no biggie.
Tapi aku ingat betul apa perkataan Managerku,
"Memang ada orang yang mentalnya gak kuat"



ha!


Whatever.
Good side, aku emang sebelumnya selalu ambil brosur dari orang-orang yang bagi brosur.
Dan setelah aku resign dari tempat itu, aku makin menghargai kerjaan orang seperti itu.
Tips buat kalian, ambil aja brosur yang dibagikan dan jangan dibuang di tempat sampah terdekat. mending bawa pulang dan buang di tempat sampah rumah.
mengapa? Managerku bilang, dia pernah punya karyawan yang brosurnya cepet abis, kemudian managerku ngecek ke tempat sampah di parkiran. Dia liat semua brosur dg nama karyawan tersebut di tempat sampah itu.
So, ambil aja brosurnya, buang di tempat jauh, it help us a lot.

Perburuan kerja pun kembali terjadi,
Inteview kesana kemari, nganter lamaran sendiri kesana sini sampe kaki kebakar matahari kota Surabaya yang penuh gairah.



Sampai suatu hari aku dipanggil wawancara sebuah sekolah TK Internasional.
Lha kok lagi-lagi lokasinya di Supermall dan sebelahan ama IL*
Alhamdulillah. Inteview berjalan lancar, segala tes lancar. Hingga tes terakhir merupakan wawancara.
Wawancara langsugn dengan Kepala Sekolah.
Pada saat itu dia menginformasikan bahwa tes ku tidak terlalu baik. Oh ya, waktu itu aku tes untuk bagian Administrasi, karena aku gak bisa ngajar anak TK. plis. Mereka bakalan nangis kejer liat gue.

Si kepsek akhirnya maksa aku untuk ngajar. what the...
Sampe aku disuruh gambar hewan dan nyanyi. Kemudian akhirnya, dia mengatakan kalo besok aku kudu balik lagi untuk wawancara bahasa Inggris. Aku diwanti wanti untuk JANGAN TELAT.

Oke aku gak telat tuh besoknya. Malah dia yang telat. SEJAM.
Apakah aku medramatisir? NO.
Menurutku kamu harus konsisten. Kalo nyuruh orang tepat waktu, Anda harus datang lebih awal lagi.
Tapi namanya juga butuh kerjaan kan. Jadi ya udah deh terima aja.

Interview berlanjut, dan sang interviewer sempat menanyakan,
"kalo udah keterima kerja gimana bisnis kateringmu?
"ya ga akan ada masalah. toh saya masak juga biasa. seperit ibu rumah tangga lain"
"Hmm? kamu sudah menikah?"
"Belum"
"Terus tau dari mana kamu kerjaan ibu rumah tangga?"
"well, ibu saya ibu rumah tangga. that's how my mom do"
"Ohhh, jadi kalo kamu liat direktur trus kamu langsung tau kerjaan direktur"
"Well, itu yang saya tahu, ibu rumah tangga masak pagi pagi, atau ibu jaman sekarang gak masak kaya saya,"
Dia mesem kecut, nunduk, mumbling, "No. they didn't cook"

-_______-

Sir, that's your problem, if your wife is not having job, never cook, need helper to clean everything and cooking, also need babysitter to watch the kids, I'm really sorry but I have to say, she is not a housewife, she is just a basic jobless wife. Useless AF.
I'm really sorry that you end up marrying women like dat

And you try to convince me what a housewife do?

Interview tidak berakhir disitu, aku dipanggil lagi beberapa hari kemudian.
Aku diberi kabar kalau aku keterima sebagai Guru.
Dan pada saat itu aku menanyakan beberpa hal esensial seperti gaji dll.
Gajinya cuma Rp. 1.300.000
Ijazah ditahan. Kontrak kerja dua tahun
I said no, I can't.

Why? Mohon maaf, aku tahu sih sekolahnya tidak besar, tapi seorang temanku jg kerja di sekolah macam ini dengan gaji lebh baik tanpa kontrak kerja maupun ditahannya ijazah.
Nahan ijazah itu hal besar. Apalagi kalo kamu gak sreg kerjaannya.
Aku ngelamar jadi apa, ketrima jadi apa.
Bukannya picky sih, semua ada pemikirannya masing-masing. I don't need to explain.


Dan pada saat itu, beliau, si kepala sekolah sempat berkata, "Kenapa kamu gak mau ngajar?"
"Saya diajarkan untuk mengajar anak SMA, bukan TK. Kalo TK saya jelas gak bisa bu"

She continues, " Saya tu heran ya. Kok sekarang ini tu banyak orang kerja gak nyambung ama kuliahnya. Saya tu kemaren ketemu anak ngelamar disini, dai itu juga anak UNESA jurusan B. Jepang. Tapi, setelah lulus dia malah kerja jadi kepala satpam pabrik. Trus keluar, ngelamar disini. Saya tu gak paham kenapa banyak yang gitu. Kuliah apa kerjanya apa"
I just smiled. But actually I have a lot of things t say.
Just if we could say anything we want to say at job interview.

I really want to say this, but we can't. just don't



Sambil dia nyerocos kaya gitu, aku sempat memperhatikan. Well, udah sejak interview pertama sih.
Aku merhatiin dinding dibelakang tempat duduk kepala sekolah tersebut.
Ada sebuah skema yang memperlihatkan posisi organisasi sekolah dan beberapa sertifikat seminar.
Sekolah tersebut merupakan yayasan dan sangat jelas bahwa pemilik yayasan tersebut adalah orang tua dari si kepala sekolah.

Mam, gak semua orang hidupnya gampang seperti anda.
Gak semua orang punya ayah yang bakal bilang, "udah nak kamu sekolah pendidikan aja, ikut seminar ini itu, trus nerusin yayasan papa"
I repeat, gak semua orang punya PAPA kaya gitu.

I love my dad just the way he is.
And I don't care if he can't give me some yayasan to run.


Akhir akhir ini aku juga mendengar omongan serupa dari atasan.
"Kok ya gak dipikir dulu pas kuliah tu maunya kerja apa tar?"

Hohohoho

Kamu tau apa orang pintar?
Not everyone as smart as you.
Tidaksemua orang juga punya kesempatan kerja sesuai dengan jurusan kuliahnya dulu.
Apalagi orang kaya aku, dengan IPK pas pasan kaya gini, dan gak pernah lulus Noryoku Shiken,
Tidak mudah bagiku dapet kerjaan yang sesuai dengan jurusan kuliahku dulu.

Tidak semua orang passionnya akan bertahan dari awal kuliah sampe lulus.
Hidup itu dinamis, begitu juga pemikiran dan hati manusia.
Kami berubah rubah.

Dulu aku cinta mati sama bahasa Jepang, bela belain tes berkali-kali dan meniggalkan Kota Malang yang adem demi kuliah di Unesa Jurusan PENDIDIKAN Bahasa Jepang.
Aku sengaja milih pendidikan karena dulu kita bisa dapat Akta 4 supaya bisa langsung ngajar.
Nyatanya sekarang akta itu dihapuskan, diganti dengan wajib PPG.
Bayar lagi, kuliah lagi.
Dan ngeselinnya, gak cuma lulusan kependidikan yang bisa ikut PPG. SEMUA.
Unfair, kita yang dididik 4 tahun, ditempa sedemikian rupa supaya bisa jadi Guru tapi orang lain juga dapat kesempatan.

Bahkan aku kenal seorang kakak kelas yang super pintar, dia mencoba apply beasiswa kesana sini biar bisa sekolah ke Jepang dan mendapatkan pekerjaan layak.
Tapi, sayangnya, sebanyak apapun dia mencoba, entah kenapa dia gak pernah dapat beasiswa dan kesempatan itu.
Some people have luck, some people don't

There are a lot more problems than you think it is.

Kupikir-pikir, dengan kepintaran luar biasa yang Anda miliki, mengapa Anda cuma berakhir di kantor kecil tak berbadan hukum, illegal, dengan gaji dibawah UMR seperti ini? THINK ABOUT IT.
Anda sendiri juga tidak beruntung.
Sayang, kekurangan orang lain selalu tampak lebih nyata daripada kekurangan sendiri
We try to fit in, because we don't have any choice

Gak semua orang bisa punya kesempatan seperti Anda.
Anda pintar, lulus dengan nilai baik, kerjaan sesuai kuliah.

TERSERAH

Tiap orang punya takdir masing masing. Passion masing masing
Why judge us.

Dan kalo Anda bilang kami tidak berfikir sebelum kuliah.
ANDA SALAH. tetoooot.
Kami berfikir. Kami telah memikirkannya masak masak.
Sayang, kesempatan tidak datang meski kami sudah berusaha.

Sehingga akhirnya kami mecoba segala cara untuk bertahan hidup dan mendapatkan pekerjaan layak
 

FYI,
Bisa jadi satpam tadi gajinya lebih gede loh dari yang di TK Internesyenel itu.
Kepala Satpam loh dia, bukan sembarang satpam.
Gaji dia pasti UMR lah. Helloooow.
Aku juga punya teman, temen se genk.
Dia dulu kerja di Starbucks. Gaji UMR, ada asuransi, BPJS, uang lembur, jenjang karir yang jelas, intensif dan lain lain.
Dia udah resign, dap pas resign posisinya udah supervisor. How cool is that.
Dan semua fasilitas yang dia dapatkan bahkan lebih baik dari kerjaanku yang judulnya adalah JURNALIS.
Orang akan ngelihat aku lebih keren, karena aku jurnalis. Dan temanku itu lebih rendah.

Mengapa?

Karena merekaa pikir, orang yang kerja di Starbucks itu artinya dia waiter, pembantu, orang yang disuruh suruh.
Iya kan? Akui saja.
Kalian pasti memandang rendah orang-orang yang kerja di McDonalds, KFC, Starbucks dan sejenisnya.
Padahal, bisa saja gaji mereka lebih gede dari gajimu loh.

Setiap orang punya alasan mengapa dia kuliah di jurusan tertentu dan kerja di tempat tertentu.
Kalo gak tau apa apa mending jangan judgy.
Seperti yang aku bilang, gak semua orang punya kesempatan. Gak semua orang punya keberuntungan.
Gak semua orang bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan mudah.

Sekarang aku sudah bekerja di sebuah website. Seperti yang kau bilang aku jurnalis.
Gak sekeren yang kalian kira kok.
She paid me differently with the same jobs as the other employee
Dulu waktu aku mau interview untuk kantorku yg sekarang ini
Aku sempet nanya satpam untuk nanya lokasi kantor
"Pak, blok AD-23 itu sebelah mana ya?"
"Mbak nya ada keperluan apa?" 
"Saya mau interview kerja pak"
"Lho mbak nya belum kerja"
"iya..."
Kemudian satpam itu ketawa. NGAKAK.
 Muka gue. ._.?
Bentar? Apa salah saya? 
Apa yang salah dengan saya belum bekerja? kenapa diketawain?
TELL ME WHY?
So, siapa saja di dunia ini bisa jadi asshole, douche, jerks, whatever you call it. 
Gak peduli dia kaya miskin, kerjaannya menurut kamu bagus ato enggak.
Siapapun bisa jadi kaya gitu. 
Tabiat itu datang dari diri sendiri apapun kondisimu.
Apapun derajat sosialnya.
So, semua ini adalah opini pribadiku. Luapan hatiku.
JANGAN PERNAH MENGHAKIMI SESEORANG KARENA PEKERJAANNYA!
Jangan judgy. Ingatlah, bapak-bapak atau ibu-ibu pake seragam kuning lagi nyapu dijalan itu pun
merupakan orang tua dari seseorang.
Sama seperti orang tuamu.



JANGAN PERNAH MENGHAKIMI SESEORANG KARENA PEKERJAAN YANG BERBEDA DENGAN PENDIDIKANNYA
Just don't judge anyone ever.
Kalian tidak tahu cerita mereka.
Setiap orang punya cerita.
Kamu pun juga kan?




TEACH YOURSELF TO RESPECT EVERYONE.

See ya.
XOXO

9 comments:

  1. Cool nemen 👍👍👍👍
    InshaAllah I'll teach myself to respect everyone

    ReplyDelete
    Replies
    1. Loh, ada mama nya Jimin. :D
      Thank you kakak, :*

      Delete
  2. you're so awesoooooooomeeeeeeee :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you so much!! you're awesome too. :D

      Delete
  3. You mentioned meee... Wkwkwkwk... And my awkward nickname.. Hahaha

    Aku baca sampek abisss... Even aku udah mendengarnya langsung dr kamu..wkwk
    Dan tulisan ini bgs bgtt.. Smua orang mesti baca..!

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkw. untuk gak ditambahi panggilan sayang anak angkatan 2009. BEK. wkwkwkw.

      Iya jg ya, kamu tau segalanya. :D

      Delete
  4. Aku tergugah, pembahasanmu benar-benar to the point. Cool.
    Ngomong2 bahasa jepang, dulu tamat SMA aku pernah pernah mau masuk kesana. Tapi gabisa, malah masuk ke jurusan lain. Hehe.

    Dan yang terakhir itu juga, hormati pekerjaan orang lain. Kamu nggak pernah tahu apa saja yang sudah dilalui untuk sampai kesana. Aaaakkk kamu keren!! Aku setuju pake banget deh sama tulisanmu ini.
    Kunjungan perdana, salam kenal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hallo makasih bgt udah baca. Seneng bgt kalo tulisanku dapet respon positive. hehehe.
      Thank you for visiting ya :D

      Delete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete